Thomas Wright Waller

Pianis yang lebih dikenal dengan nama Fats Waller ini dalam sejarah musi jazz dikenal sebagai pianis strideHoneysuckle Rose, Ain’t Misbehavin dan Squeeze Me. Di kalangan para pianis Waller dikenal sebagai ‘Horowitz hitam’ karena kemampuan Waller selalu disetarakan dengan pianis Rusia kenamaan Vladimir Horowitz. ternama. Waller adalah salah satu musisi terkenal di jamannya, dia meraih kesuksesan baik komersial maupun kritik di Amerika Serikat maupun di Eropa. Waller juga penulis lagu handal. Banyak lagu karyanya maupun yang diciptakan bersama orang lain masih dikenal hingga kini, misalnya
Fats Waller lahir di Harlem tahun 1904 dari keluarga musisi. Kakeknya adalah seorang pemain biola dan ibunya adalah pemain organ gereja. Sedangkan ayahnya adalah pendeta di Gereja Baptis Abbisinia, Harlem. Persentuhan pertamanya dengan musik adalah dengan lagu-lagu gereja dan suara organ yang mengiringi lagu-lagu gereja itu. Bahkan, ibu Waller sudah mengajarinya bagaimana cara memainkan organ. Waller juga dikenalkan pada karya-karya klasik Johan Sebastian bach oleh pengarah musik gerejanya.
Saat Waller berusia 6 atau 7 tahun, Waller sangat suka memainkan piano milik tetangganya. Melihat bakat terpendam putranya, ibu Waller kemudian menyewa seorang guru piano untuk melatih putranya. Waller kemudian belajar membaca not dan menulis lagu dari sang guru piano. Namun, sang guru justru menganjurkan agar Waller lebih mengandalkan telinganya dalam belajar musik. Dalam usia 14 tahun Waller memenangkan kontes pencarian bakat setelah memainkan lagu Carolina Shout karya James P Johnson. Hebatnya, Waller mempelajari lagi ini hanya dengan melihat seorang pianis yang tengah memainkan lagu itu.
Tahun 1918, Waller meninggalkan sekolah dan melakukan berbagai pekerjaan yang tak ada hubungannya dengan bakat pianonya. Tahun 1919, dia mendapat pekerjaan untuk memainkan organ mengiringi pemutaran film-film bisu di sebuah bioskop. Ayahnya ingin agar Waller meneruskan jejaknya sebagai pendeta namun ternyata Waller lebih memilih mengejar karir di dunia musik. Perbedaan ini semakin kentara setelah ibunya meninggal dunia pada tahun 1920. Saat itu Waller memutuskan untuk pindah dari rumah orang tuanya dan memilih tinggal dengan keluarga pianis Russel Brook. Di sinilah dia bertemu dengan James P Johnson dan Willie ‘ The Lion’ Smith, dua pianis ternama di Harlem saat itu.
James P Johnson kemudian membawa Waller dan mendidik dia cara memainkan piano dan meningkatkan kemampuan musiknya secara nyata. Willie Smith memiliki pengaruh terhadap karir musik Waller. Smithlah yang memperkenalkan Waller pada karya-karya para musisi impresionis abad ke-19. Pada tahun 1921, Waller disewa untuk memainkan organ di sebuah bioskop film-film bisu dengan upah $50 sepekan. Setahun kemudian, Waller sudah masuk dapur rekaman di bawah label Okeh Records. Tahun 1923, Waller merekam beberapa permainan piano untuk QRS. Dalam empat tahun selanjutnya, dia merekam banyak album dengan RCA Victor dan menjadi sangat terkenal.
Ada sebuah cerita mengenai Fats Waller. PAda suatu malam di tahun 1926 setelah selesai manggung, Waller diculik para mafia dan dipaksa untuk tampil dalam ulang tahun Al Capone. Pada tahun 1927, Waller kembali masuk dapur rekaman bersama Flatcher Henderson Orkestra dan pada tahun berikutnya dia menjalani debutnya di Carnegie Hall. Tahun 1927, Waller bertemu dengan penulis puisi Andy Razaf dan mereka berdua kemudian bekerja sama menulis lagu-lagu populer seperti Hot Chocolates dan Ain’t Misbehavin yang kemudian menghadirkan kesuksesan baik komersial maupun pujian dari para kritikus untuk Fats Waller.
Tahun 1931, Fats Waller menggelar tur ke Paris dan pada saat kembali ke New york dia membentuk band combo Fats Waller and His Rhythms. Bersama band inilah Fats Waller menggelar show dan masuk dapur rekaman hingga kematiannya. Dia sudah merekam ratusan piringan hitam bersama RCA, dia juga tampil di radio dan membintangi beberapa film. Pada pertengahan 1930-an, Fats Waller secara rutin tampil di kawasan pantai barat Amerika Serikat dan pada tahun 1938 kembali ke Eropa kali ini untuk menggelar tur di Inggris. Pecahnya perang Eropa tahun 1939 memaksanya untuk kembali ke Amerika Serikat. Di kampong halamannya, Fats Waller masih tampil sekali lagi di Carnegie Hall dan melakukan tur Amerika terutama di kawasan pantai barat.
Pada tahun 1943, Waller membintangi film Stormy Weather dan dalam bulan Desember tahun yang sama saat tampil di Zanzibar Room, Hollywood, dia menderita influenza. Akibatnya dia harus memperpendek jadwal penampilannya. Perpaduan antara bertahun-tahun menjadi peminum berat, bekerja terlalu keras dan obesitas menjadi penyeban utama kematiannya dan influenza berat yang dideritanya mengakibatkan Waller menderita sejumlah penyakit lainnya. Pada 15 Desember 1943, saat menumpang kereta api menuju ke New York, Thomas ‘Fats’ Waller meninggal dunia dekat Kansas City akibat pneumonia. Pada tahun 1993, Fats Waller diganjar penghargaan Prestasi Seumur Hidup Grammy Award. (horizontal.com)
Charlie Parker

Sebagai pemain saksofon,
Charles Parker secara luas dianggap sebagai salah satu musisi jazz paling berpengaruh. Namanya disejajarkan dengan Louis Armstrong dan Duke Ellington. Parker tak diragukan lagi adalah pemain saksofon terhebat sepanjang masa. Dia tak hanya mampu memainkan nada-nada cepat namun juga memainkan nada-nada lembut dengan sama baiknya. Di kalangan musisi dan penggemar jazz, Parker dikenal dengan nama panggilan
Yardbird pada masa-masa awal karirnya dan nama panggilan singkatnya,
Bird menjadi julukan Parker hingga akhir hayatnya. Julukannya ini juga menjadi inspirasi bagi sejumlah komposisi karya Parker misalnya Yardbird Suite dan Omithology.
Charlie Parker lahir dan besar di Kansas City. Pada awalnya, dia memainkan terompet baritone sebelum beralih ke terompet alto. Parker sangat terpengaruh dengan musik Kansas City yang kaya warna, sehingga dia memutuskan untuk berhenti sekolah pada usia 14 tahun, meskipun pada saat itu kemampuan bermusiknya masih sangat meragukan. Setelah beberapa kali tampil dengan hasil buruk, Parker alias Bird bekerja keras mengasah kemampuannya bermusik. Pada tahun 1937 saat pertama kali dia bergabung dengan Jay McShann Orchestra, kemampuan musiknya sudah meningkat pesat dan sudah diramal bakal menjadi seorang musisi sukses di kemudian hari.
Meski sudah mulai tampil bermusik, nampaknya Parker masih ingin berkembang lebih jauh. Tahun 1939 dia memutuskan pindah ke New York, dan pekerjaan pertamanya di kota besar itu jauh dari musik. Dia menjadi seorang pencuci piring di sebuah klub malam. Meski hanya sebagai pencuci piring, Parker memiliki keuntungan yaitu bisa dengan bebas mendengarkan aksi pianis Art Tatum hampir setiap malam. Debut rekaman pertama Parket terjadi pada tahun 1940 bersama Jay McShann. Selain itu dia juga menghasilkan karya solo yang memikat bersama beberapa musisi Jay McShann misalnya O
h, Lady Be Good dan
Honeysuckle Rose.
Saat Jay McShann big band mengunjungi New York pada 1941, Parker sudah menghasilkan sejumlah karya solo dan penampilannya bersama orkestra besar ini memukau sekaligus mengkhawatirkan para musisi lain yang belum siap mendengar ide-ide baru Parker. Meskipun Charlie Parker pernah menghasilkan rekaman dengan Tiny Grimes combo pada tahun 1944, namun kerjasamanya dengan Dizzie Gillespie pada tahun 1945 yang mencengangkan dunia musik jazz. Kedua master jazz ini memainkan nada-nada cepat dalam beberapa lagu baru seperti
Groovin’ High, Dizzy Atmosphere, Shaw ‘Nuff, Salt Peanuts dan
Hot House.
Sayangnya, Charlie Parker adalah seorang pecandu heroin sejak remaja dan celakanya sejumlah musisi yang mengidolakan Parker juga mengkonsumsi heroin dengan harapan kemampuan musik mereka bisa menyamai sang idola. Saat Gillespie dan Parker, yang dikenal dengan julukan Diz and Bird, datang ke Los Angeles dan berhadapan dengan berbagai jenis kekerasan dan perbedaan, mereka memutuskan kembali ke New York. Namun, Parker menguangkan tiketnya dan memutuskan tinggal di LA. Dan setelah beberapa rekaman dan penampilan, kekurangan konsumsi obat-obatan yang ditutupinya dengan mengkonsumsi minuman keras secara berlebihan, menghasilkan kemerosotan mental berujung perawatan selama enam bulan di rumah sakit Camarillo.
Setelah keluar dari rumah sakit, Januari 1947, parker kemudian kembali ke New york dan terlibat dalam sjumlah penampilan paling penting sepanjang karirnya. Dia memimpin kuintet yang terdiri dari Miiles Davis, Duke Jordan, Tommy potter dan Maz Roach. Puncak ketenaran Parker terjadi pada tahun 1947-1951, selain itu secara rutin dia tampil di Eropa pada 1949-1950.
Namun, Charlie Parker dengan kecanduannya pada obat-obatan terlarang, terlalu senang bermain api. Izin tampilnya dicabut di New York dan akibatnya Parker semakin sulit untuk tampil. Meskipun Parker masih mampu tampil dalam kemampuan terbaiknya seperti saat bersama Dizzie Gillespie di konser Massey Hall tahun 1953, karir Parker tengah menurun tajam. Tahun 1954, dia dua kali mencoba bunuh diri. Setelah itu kesehatannya terus menurun dan pada Maret 1955, Parker meninggal dunia dalam usia 34 tahun. Pada tahun 1988, aktor dan sutradara yang juga penggemar jazz, Clint Eastwood membuat film tentang kehidupan Charlie Parker. Film berjudul
Bird itu dibintangi Forest Whitaker yang memerankan sang legenda.
(dari horizontal.com)
Ornette Coleman
Ornette Coleman lahir dan besar di Fort Worth, Texas dan di sana pula dia memulai penampilannya memainkan R&B serta bebop dan memainkan saksofon tenor. Namun, untuk mencari pekerjaan, Coleman harus jauh meninggalkan kampong halamannya. Tahun 1949, dia bekerja untuk kelompok hiburan keliling, Silas Green, dari New Orleans, lalu kemudian dengan kelompok musik blues keliling. Usai pentas di Baton Rouge, Coltrane mendapat serangan dan saksofonnya dirusak.
Setelah insiden ini Coleman beralih ke alto saksofon, karena itulah satu-satunya alat musiknya yang tersisa. Kemudian dia bergabung dengan Pee Wee Crayton dan bersama pekerjaan barunya ini dia berangkat ke Los Angeles. Di kota ini sambil mengejar karir musiknya dia menjalani berbagai macam pekerjaan antara lain pernah menjadi operator elevator.
Sejak awal karirnya, gaya bermusik Coleman dalam berbagai hal tidak bisa dikatakan tradisional. Pendekatannya terhadap harmoni dan pergantian chord jauh berbeda dengan para musisi bebop saat itu. Dia lebih memilih memainkan musim yang dia dengar ketimbang bermain sesuai
chorus dan harmoni. Pada tahun 1958, Coleman sudah masuk dapur rekaman untuk perusahaan rekaman
Contemporary dan menghasilkan
Something Else!!!:
The Music of Ornette Coleman. Dalam rekaman ini, Coleman menggaet pemain terompet Don Cherry, drummer Billy Higgins, bassis Don Payne dan pianis Walter Norris. Sayangnya, tak ada dokumentasi yang mengabadikan awal karir Coleman, yang sejak awal karirnya terinspirasi Charlie Parker.
Antara tahun 1959-1961, Coleman merekam sejumlah album klasik untuk perusahaan rekaman Atlantic. Kemudian bersama Don Cherry, Charlie Haden, Scott LaFaro dan Jimmy Garrison pada bas, serta Billy Higgins atau Ed Blackwell pada drum, Coleman menciptakan musik yang kemudian mempengaruhi para musisi tahun 60-an seperti John Coltrane, Eric Dolphy dan para musisi free jazz di pertengahan 1960-an.
Pada tahun 1962, Coleman merasa seharusnya dia bisa memperoleh lebih banyak uang dari yang diberikan klub dan perusahaan rekaman yang mengontraknya, mengagetkan dunia jazz dengan menyatakan mundur sementara dari musik. Tak lama kemudian, dia membentuk trio bersama bassis David Izenzon, dan drummer Charles Moffet. Ini merupakan awal periode kesuksesan internasional yang dibarengi dokumentasi sejumlah rekaman penampilan live dari beberapa tur Eropa pada tahun 1965. Trio ini juga menggarap lagu tema untuk film Chappaqua Suite bersama dengan sebuah ensemble musik klasik.
Awal 1970-an, Coleman memasuki paruh kedua karir musiknya. Dia membentuk dobel kuartet yang menampilkan dua gitar, dua eletrik bas, dua drummer dan saksofon altonya. Grup baru ini bernama Prime Time yang menghasilkan sebuah musik yang ramai dimana semua pemain memiliki peran sama meski penampilan saksofon alto Coleman selalu lebih menonjol. Dia kemudian menyebut musiknya harmodolics yang merupakan symbol kesetaraan antara harmoni, melodi dan ritme, meski mungkin istilah free funk jauh lebih cocok untuk menyebut musik Coleman.
Prime Time adalah pengaruh utama musik M-Base Coleman dan Greg Osby.
Pat Metheny – yang merupakan fans lama Coleman, bergabung dengan sang idola dalam komposisi
Song X, dan selama 1980-an Coleman masih melakukan reuni dengan anggota kuartet pertamanya. Pada 11 Februari 2007 Ornette Coleman memperoleh penghargaan Grammy untuk prestasi seumur hidup sebagai pengakuan atas karirnya yang panjang di dunia musi jazz.
(dari horizontal.com)